Rabu, 30 Desember 2009

cedera strain, sprain, dan kram

PENDAHULUAN

Bila Anda berpartisipasi dalam olahraga dan kegiatan-kegiatan kebugaran fisik, sangat beresiko untuk terjadi suatu cedera khususnya pada jaringan lunak. Bahkan kegiatan sehari-hari sederhana ini dapat merusak ligamen, tendon, dan otot. Beberapa contoh cedera jaringan lunak mencakup:
•sprains/keseleo
•strains/galur
•contusions/memar
•bursitis/radang kandung lender
•stress injuries/ cedera tekanan.
Semua ini dapat merupakan hasil dari satu episode, misalnya jatuh, tiba-tiba memutar, atau pukulan ke tubuh. Berikut adalah beberapa luka yang mungkin dialami, bersama dengan menyarankan cara memperlakukan mereka. Sendi tubuh Anda didukung oleh ligamen. Ligamen adalah pita kuat jaringan ikat yang menghubungkan satu tulang yang lain. Sebuah keseleo adalah peregangan sederhana atau robek dari ligamen.
Area tubuh Anda yang paling rentan terhadap keseleo adalah pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan. Sebuah terkilir pergelangan kaki dapat terjadi jika kaki Anda berubah ke dalam. Hal ini dapat membuat ketegangan ekstrem di luar Anda ligamen pergelangan kaki dan menyebabkan keseleo. Paling ringan menyembuhkan keseleo dengan . "RICE" (rest, ice, compression, and elevation). Yaitu istirahat, es, kompresi, dan elevasi). Keseleo yang paling parah mungkin memerlukan operasi untuk memperbaiki ligamen sobek. Penatalaksanaan Cedera Olahraga:
1. Terapi dingin:
- Es adalah vasokonstriktor sehingga dapat mengurangi perdarahan internal dan bengkak
- Dapat juga membantu cedera overuse atau nyeri kronissetiap selesai berlatih
2. Terapi panas:
- Digunakan pada cedera kronis atau cedera tanpa bengkak.
- Meningkatkan elastisitas jaringan ikat sendi, memperbaikisirkulasi darah
- Jangan dilakukan setelah berlatih
- Contoh: nyeri, kaku, nyeri sendi.
SPRAIN
a. Pengertian
Sprain merupakan trauma yang terjadi pada sendi, sehingga sedi terasa nyeri dan bengkak. Lokasi yang sering mengalami nya adalah daerah lengan , lutut, pergelangan tangan. Sprain ligamen colateral medial adalah cedera pada ligamen yang disebabkan oleh karena kaki bagian bawah yang terlalu dipaksa untuk bergerak menyamping ( cedera valgus ).

b. Tingkatan sprain
• Sprain ringan / tingkat 1 : Merupakan robekan dari beberapa ligament akan tetapi tidak menghilangkan dan menurunkan fungsi sendi tersebut.
Pasien bisa merawat sendiri selama proses rehabilitasi, atau setelah mendapatkan diagnosa dari dokter. Masa penyembuhan antara 2-6 minggu. Terjadi rasa sakit, pembengkakan kecil, sedikit perdarahan tetapi tidak terjadi leksitas abnormal.
• Sprain sedang / tingkat 2 : Dimana terjadi kerusakan ligamen yang cukup lebih besar tetapi tidak sampai terjadi putus total. Terjadi rupture pada ligament sehingga menimbulkan penurunan fungsi sendi. Untuk pemulihannya membutuhkan bantuan fisioterapi dengan rentang waktu 2-6 minggu
Rasa sakit/nyeri,bengkak terjadi perdarahan yang lebih banyak.
• Sprain tingkat 3 : Terjadi rupture komplit dari ligament sehingga terjadi pemisahan komplit ligament dari tulang. Untuk bisa pulih kembali maka diperlukan tindakan operasi dan fisioterapi dan rata-rata memakan waktu 8-10 minggu. pada tingkatan ini ligamen pada lutut mengalami putus secara total dan lutut tidak dapat digerakkan.
c. Tanda dan gejala :
• Nyeri terasa bila menggerakkan tungkai bawah ke samping.
• Bengkak dan radang pada seluruh bagian dalam lutut.
• Sedikit perdarahan tetapi tidak terjadi leksitas abnormal.
d. Cara Penanganan
Paling ringan menyembuhkan sprain atau keseleo dengan "RICE" (rest, ice, compression, and elevation). Yaitu istirahat, es, kompresi, dan elevasi. Keseleo yang paling parah mungkin memerlukan operasi untuk memperbaiki ligamen sobek. Terkilir dan strain biasanya diperlakukan pertama dengan RICE (istirahat, es, kompresi menggunakan perban, dan ketinggian.)

STRAIN
A. Pengertian
Strain adalah kerusakan pada jaringan otot karena trauma langsung (impact) atau tidak langsung (overloading) akibat teregang melebihi batas normal atau robeknya otot dan tendon (jaringan ikat/penghubungan yg kuat yg menghubungkan otot dengan tulang atau ekor otot) karena teregang melebihi batas normal. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps.
Strain diklasifikasikan berdasarkan berat ringannya :
1. Derajat/Tingkat I : regangan serabut tendon dan otot, dengan minimal. Strain pada tingkat ini tidak ada robekan dan bersifat ringan. Misalnya strain pada otot hamstring yang mengganggu atlit sprint.
2. Derajat II : regangan serabut tendon, dengan robekan sebagian, bersamaan dengan nyeri danbengkak sehingga mempengaruhi kekuatannya
3. Derajat III : robekan serabut otot yang luas dengan nyeri, bengkak dan kemungkinan ada yang putus.
B. Penyebab
Strain terjadi akibat dari peregangan atau kontraksi otot melebihi batas normal (Abnormal stress) dan umumnya terjadi karena pembebanan secara tiba – tiba pada otot tertentu. Jenis cedera ini juga terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap

C. Gejala dan tanda-tanda
Seseorang yang mengalami sakit strain mempunyai gejala dan tanda-tanda sebagai berikut :
1. Strain ringan ditandai dengan kontraksi otot terhambat karena nyeri dan teraba pada bagian otot yang mengaku.
2. Strain total didiagnosa sebagai otot tidak bisa berkontraksi dan terbentuk benjolan.
3. Nyeri yang tajam dan mendadak pada daerah otot tertentu. Dan pada cidera strain rasa sakit adalah nyeri yang menusuk pada saat terjadi cedera, terlebih jika otot berkontraksi.
4. Nyeri menyebar keluar dengan kejang atau kaku otot.
5. Cidera strain membuat daerah sekitar cedera memar dan membengkak. Setelah 24 jam, pada bagian memar terjadi perubahan warna, ada tanda-tanda perdarahan pada otot yang sobek, dan otot mengalami kekejangan.

D. Cara Pencegahan
Sakit strain pada dasarnya dapat dihindari. Sebagai upaya pencegahan, saat melakukan aktivitas olahraga memakai pemakaian perlengkapan olahraga yang sesuai, misalnya sepatu yang bisa melindungi pergelangan kaki selama aktivitas dan sebaiknya melakukan pemanasan, peregangan, stretching, melakukan gerakan dengan benar dan tidak melakukan aktivitas dan tidak melakukan gerakan latihan terlalu banyak/cepat dan tidak berlebihan atau melebihi beban/normal.
Selain itu untuk menghindari terjadinya strain seseorang dapat melakukan latihan-latihan fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut. Selain itu pencegahan strain dengan melakukan latihan aerobik yang teratur, tetapi yang tidak terlalu membebani otot, antara lain olahraga jalan, berenang, bersepeda, maupun senam-senam yang memperkuat dan memelihara fleksibilitas. Namun, dengan diagnosis yang tepat, penanggulangan yang benar dan cepat cedera dapat diatasi sehingga aktivitas secara bertahap dapat dilakukan.
E. Cara Penanganan
Pada orang yang mengalami strain diberi penanganan sebagai berikut :
1. Letakkan penderita dalam posisi yang nyaman, istirahatkan bagian yang cedera. Segera berhenti melakukan segala aktivitas, pepatah “no pain no gain” yang dianut beberapa olahragawan tidak dapat dibenarkan dalam kasus ini. Aktivitas yang berlebih pada bagian tubuh yg terkena akan memicu terjadinya komplikasi lebih lanjut.
2. Tinggikan daerah yang cedera. Tujuannya untuk mengurangi pembengkakan yang berlebihan
3. Beri kompres dingin, selama 30 menit, ulangi setiap jam bila perlu. Saat cedera baru berlangsung, akan terjadi robekan pembuluh darah yang berakibat keluarnya “isi” pembuluh darah tersebut ke jaringan sekitar nya sehingga bengkak, pembuluh darah sekitar tempat cedera juga akan melebar (dilatasi) sebagai respon peradangan. Pemberian kompres dingin/es akan “menyempitkan” pembuluh darah yg melebar sehingga mengurangi bengkak. Kompres dingin bisa dilakukan 1-2 kali sehari, jangan lebih dari 20 menit karena justru kan mengganggu sirkulasi darah.
Sebaliknya, saat cedera sudah kronik, tanda2 peradangan seperti bengkak, warna merah, nyeri hebat sudah hilang, maka prinsip pemberian kompres hangat bisa dilakukan
4. Balut tekan (pressure bandage) dan tetap tinggikan. Kompres/penekanan pada bagian cedera, bisa dilakukan dengan perban/dibalut. Jangan terlalu erat, tujuannya untuk mengurangi pembengkakan dan dalam penekanan tetap ditinggikan. Tekanlah pada daerah cedera sampai nyeri hilang (biasanya 7 sampai 10 hari untuk cedera ringan dan 3 sampai 5 minggu untuk cedera berat
5. Tinggikan daerah yang cedera. Tujuannya untuk mengurangi pembengkakan yang berlebihan
6. Jika dibutuhkan, gunakan tongkat penopang ketika berjalan.
7. Bila ragu rawat sebagai patah tulang lakukan foto rontgen dan rujuk ke fasilitas kesehatan. Dan hindari HARM, yaitu H: Heat, pemberian panas justru akan meningkatkan perdarahan, A: Alkohol, akan meningkatkan pembengkakan, R: Running, atau exercise terlalu dini akan memburuk cidera, M: Massage, tidak boleh diberikan pada masa akut karena akan merusak jaringan.
Penanganan pada strain secara umum
Cidera derajat I biasanya sembuh dengan cepat dengan pemberian istirahat, es, kompresi dan elevasi (RICE). Terapi latihan dapat membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas. Cidera derajat II terapinya sama hanya saja ditambah dengan immobilisasi pada daerah yang cidera. Dan derajat III biasanya dilakukan immobilisasi dan kemungkinan pembedahan unutk mengembalikan fungsinya. Kunci dari penyembuhan adalah evaluasi dini dengan professional medis. Sekali cidera telah ditentukan, rencana terapi dapat dikembangkan. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan strain akan sembuh tanpa efek samping.
KRAM OTOT
Hampir sebagianita pernah merasakan kram otot. Saat kram, otot tiba-tiba terasa tegang, nyeri hebat, dan sulit digerakkan. Jangankan untuk melangkah, untuk berdiri pun sulit. Kadang-kadang, penderita sampai meraung-raung kesakitan. Demikian nyerinya kram otot. Tidak diketahui pasti bagaimana kram bisa timbul. Ada yang mengatakan karena penumpukan asam laktat, ada yang menyebut suplai darah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhan sebagai biang, ada juga yang menyalahkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Sedangkan penyebab, ada beberapa, yaitu :
1. Kurang pemanasan saat akan berolahraga.
2. Kelelahan akibat penggunaan otot yang terus menerus.
3. Berolahraga pada cuaca panas.
4. Kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit.
5. Cedera otot.
6. Kekurangan vitamin, misalnya tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan piridoksin (B6).
Walaupun kram otot dapat hilang sendiri, tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk meringankan gejala :
1. Otot yang kram diregangkan.
2. Pemijitan pada otot yang kram.
3. Kompres air hangat.
4. Minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
Agar tidak terkena kram otot, atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian kalinya, sebaiknya lakukan :
1. Pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang melibatkan otot. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya.
2. Minum lebih banyak cairan, terutama yang mengandung elektrolit, saat berolahraga.
3. Olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu, kemudian berangsur-angsur lebih berat.
1.4. Jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama (menggunakan otot jari), selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan peregangan.
Daftar pustaka
http://www.wartamedika.com/2008/07/kram-otot.html
Iwan Purnawan (2003). Pertolongan Pertolongan Pertama pada Sprain. DIKTAT: FIKIK UNSOED. Purwokerto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar